Langsung ke konten utama

Perjuangan Masuk Perguruan Tinggi Negeri 2016

     Assalamu'alaikum. Hallo semuanya, di sini saya akan berbagi pengalaman tentang perjuangan aku mendapatkan PTN. Yaa buat anak kelas XII SMA yang segera akan melanjutkan studi ke PTN pasti sedang bingung mengenai jurusan apa yang akan diambil. Tapi disini saya tidak akan membahas tentang tips mendapatkan jurusan yang sesuai passion. Namun, sekali lagi ini mengenai perjuangan saya mendapatkan PTN.

     Ketika itu aku kelas XII semester 2 di salah satu SMA di Yogyakarta. Masa studi kami sudah hampir selesai. Saya sebagai orang yang  mempunyai cita-cita melanjutkan ke perguruan tinggi, sangat berharap jalanku mencapai PTN dimudahkan. Jalur untuk masuk PTN secara nasional terdiri dari SNMPTN dan SBMPTN. Lalu untuk tiap perguruan tinggi biasanya menggelar ujian mandiri. Seperti biasanya angkatan kami selalu mendapat perarturan berbeda dari angkatan sebelumnya contohnya pada saat SD angkatan kami mendapat UASBN PAI. Lalu pada saat SMP, angkatan kami UN dengan 20 paket. Berlanjut ke SMA, angkatan kami untuk pertama kalinya merasakan kurikulum 2013 dan untuk dapat mengikuti SNMPTN kita harus seleksi sesuai aturan berapa persen yang dapat mengikuti. Oke ini dia perjuangkanku, selamat membaca bro and sist,

1. SNMPTN
Yippy jalur pertama untuk masuk PTN sudah dibuka. Kami anak kelas XII pasti sibuk mengurus ini itu menginput segala macam data dan yang pasti bingung untuk memilih jurusan apa. Kalau musim-musim begini yang namanya Bimbingan Konseling selalu ramai bahkan harus antre untuk dapat berkonsultasi dengan Bapak/ Ibu Guru BK. Setelah admin sekolah menginput seluruh nilai raport kita, kita diwajibkan meneliti ulang apakah nilai yang diinput sudah benar atau ada yang keliru. Yaaa kali aja ada yang keliru, bisa aja kan nilai kita menjadi lebih kecil daripada yang seharusnya. Bisa juga lebih besar. Walaupun lebih besar kita tetep harus membetulkan dengan yang seharusnya ya. Soalnya takutnya kita sudah diterima lewat SNMPTN terus pas waktu verifikasi nilai raport kita berbeda dengan yang ada di sistem dan raport. Kami menunggu pengumuman 75% *CMIIW* untuk dapat melanjutkan SNMPTN ini. Yap, aku masih ingat waktu itu aku membuka pengumuman pas tryout. Alhamdulilah aku bersyukur aku termasuk orang-orang yang dapat melanjutkan SNMPTN. Dijalur SNMPTN ini aku memilih 1 Universitas dengan pilihan jurusan pertama Pendidikan Geografi dan pilihan jurusan kedua Pendidikan Sejarah. Iya aku memang mengidam-idamkan bisa kuliah di Pendidikan Geografi, aku sangat menyukai geografi dari SMP. Sempat beberapa teman-temanku menyarankanku untuk memilih Pendidikan Ekonomi. Namun, aku tak menggunakan saran mereka, aku lebih percaya dengan apa yang aku cita-citakan.

Hari ini pengumuman kelulusan kami. Tentu dibenak kami masing-masing yakin lulus. Tiada artinya lulus SMA tetapi tidak lolos SNMPTN. Hari-hari libur kami dihantui rasa takut akan pengumuman SNMPTN. Ada yang sudah yakin tidak akan lolos, ada pula yang yakin pasti lolos. Jujur, saya berada dipihak yang yakin akan lolos SNMPTN. Karena dengan pertimbangan siswa yang memilih jurusan yang aku pilih sangat sedikit. Aku hanya mempunyai saingan 1 orang dan aku yakin nilaiku lebih tinggi dari sainganku itu. Tsaaahh tiba waktunya pengumuman SNMPTN. Seingatku pengumuman diajukan menjadi pukul 13.00 WIB. Cepat-cepat aku membuka laptop, menancapkan modem, membuka web SNMPTN, login, dan mencari opsi untuk melihat pengumuman. Deg-degan sumpah rasanya nggak karuan ingin cepet tau gimana hasilnya. Sebelum membuka pengumuman aku berdoa agar aku dapat diterima dan diberikan yang terbaik.

Daaaaaaaaan........
Ternyataaaa.........
Akuuuuuuu.........
Gagaaaaaal.........



Ternyata nasib berkata lain. Aku tidak seberuntung teman-temanku. Perlu diketahui setelah aku mengalami bagaimana sih SNMPTN itu. Aku benar-benar percaya yang namanya keberuntungan. Banyak teman-temanku yang tidak mempunyai sertifikat prestasi diterima dan sebaliknya yang berprestasi malah tidak diterima. Yang lebih menyakitkan sainganku yang hanya 1 orang itu ternyata diterima. Bagaimana aku gak down waktu tau dia diterima dijurusan yang aku idam-idamkan. Jika ditanya sedih gak? Aku menjadi orang tersedih di dunia ini (Lebay sekali-kali gapapa ya). Di posisi itu orang tuaku yang mendorongku untuk terus berusaha. Bahwa jalur untuk kuliah tidak hanya SNMPTN.

2. SBMPTN
Kesedihan nggak lolos SNMPTN sedikit-sedikit hilang wkwk. Serius ya, aku sangat tertekan karena namanya manusia. Mereka selalu bertanya bagaimana aku lolos nggak? Padahal aku tau mereka itu sudah tanya ke orangtuaku. Jadi bisa dipastikan sudah tau aku tidak lolos, ngapain tanya ke aku lagi. Dimana-mana topiknya itu, rasanya aku ingin pindah ke luar dari daerahku. Lama-kelamaan aku cuek dengan berbagai motif mereka bertanya kepadaku. Yang ada dipikiranku hanya bagaimana caranya agar aku lolos SBMPTN. Aku mulai belajar soal-soal SBMPTN yang sempat nggak aku lanjutkan itu. Karena aku orangnya males jadinya buku-buku SBMPTNku terbengkalai. Btw, pengalaman burukku ini jangan ditiru. Kalian harus rajin belajar kalau perlu dari awal kelas XI.

Dari aku bangun tidur, aku langsung belajar buku SBMPTN hingga tak memperhatikan hal-hal lain seperti pekerjaan rumah (buka PR ya hehe) Tak lupa aku juga mengikuti tryout-tryout SBMPTN di kampus-kampus dan ditempat les. Aku membeli segala buku, memfotokopi, segala macam hal aku maksimalin. Di jalur SBMPTN ini aku tetap memilih pilihan jurusan pertama Pendidikan Geografi, pilohan jurusan kedua Pendidikan Sejarah, dan pilihan jurusan ketiga Pendidikan PKnH. Aku memilih 1 Universitas saja, karena dari dulu saya yakin saya memilih Universitas Negeri Yogyakarta.

Setibanya hari-h test SBMPTN, aku mulai dengan mempersiapkan segala keperluan test. Pas membuka soal tes potensi akademik aku merasa kaget, karena ada tipe soal baru yang aku nggak paham sama sekali dan ditambah lagi tipe itu mendominasi soal. Karena takut bernilai minus aku hanya sedikit mengerjakan soal bertipe itu.

Akhirnya SBMPTN sudah aku jalani. Aku sangat berharap aku bisa lolos.

Tetapi, lagi-lagi takdir berkata lain. Aku tidak lolos lagi. Kali ini sedihnya gak terlalu. Udah biasa. Biasa ditolak. Untuk SBMPTN ini aku lupa screenshot penolakan terhadap aku untuk kedua kalinya.

3. Ujian Mandiri
Sebenarnya aku tidak melirik sama sekali jalur mandiri. Karena aku berharap diterima SNMPTN atau SBMPTN. Tetapi bagimana lagi namanya berusaha tidak ada salahnya mencoba. Kali ini sudah mulai ada rasa putus asa dengan jurusan Pendidikan Geografi. Aku berpikir apa memang aku nggak cocok dijurusan itu. Aku teringat dengan pesan teman-temanku untuk mengambil jurusan Pendidikan Ekonomi. Alasan mereka, aku itu cocok di Ekonomi. Btw, gak tau juga maksudnya cocok itu seperti apa. But it's ok mungkin ini saran yang baik. 

Untuk ujian mandiri atau ujian tulis ini aku mengikuti ujian di tiga universitas yaitu UGM, UNY, dan UIN Sunan Kalijaga. Aku ceritain tiap universitas aja ya.

Pertama, Ujian Tulis UGM
Dari awal aku tidak minat ke UGM nggak tau kenapa. Tapi aku tau UGM kampus yang bagus, ya setempat dengan UI, ITB gitu. Tapi ada kesempatan kenapa nggak aku coba (padahal tidak yakin juga wkwk). FYI UTUL UGM ada dua tahap. UTUL 1 untuk memilih jenjang S1 dan D3, sedangkan UTUL 2 untuk memilih D3 saja.

Waktu itu UTUL 1 pelaksanaanya hampir depan belakang sama SBMPTN. Jadi istirahat sebentar setelah SBMPTN dan melanjutkan tempur untuk UTUL 1. Di UTUL 1 ini kalau nggak salah aku memilih (1) Sosiologi (2) D3 Akuntasi (3) D3 Kearsipan. Hasilnya aku nggak lolos lagi (rasanya udah kebal, udah gak kerasa kalau ditolak).

Next, UTUL 2 aku ikuti. Lagi-lagi namanya berusaha nggak ada salahnya dong nyoba (iya salahnya itu ngehabisin uang orang tua buat tes hehe) Hmmm di UTUL 2 ini aku memilih (1) D3 Ekonomi Terapan (2) D3 Kearsipan. Nggak usah basa-basi lagi aku ditolak guys. Hahaha aku udah mati rasa, nggak ada sedih-sedihnya sama sekali. Mungkin Allah tau mana yang terbaik. Yang cuma coba-coba karena aku nggak minat ternyata hasilnya nol. Tau gitu nggak usah nyoba. Yaaaaah penyesalan mana ada yang diawal wkwkwk. Untuk UTUL UGM ini baik yang 1 dan 2 pas penolakannya aku lupa screenshot lagi. Tapi aku nggak bohong kok kalau aku itu emg nggak diterima hehehe

Kedua, Ujian Mandiri UIN Sunan Kalijaga
Aku mempersiapkan segala materi yang semuanya aku nggak punya. Karena materi tes di UIN Sunan Kalijaga ini selain TPA ada juga Dirasah Islamiyah dan Bahasa Arab. Aku dan teman-temanku yang masih belum beruntung mencari materi ataupun soal-soal. Semuanya aku pelajari instan tetapi nggak tau kenapa aku merasa belajar Dirasah Islamiyah terasa mudah dan menyenangkan (karena soalnya hampir sama). Eh tapi serius kok aku merasa happy pas belajar itu. Jangan tanya yang bahasa Arab hehe aku sama sekali nggak bisa. Apalagi hurufnya yang nggak ada harokatnya itu lho. Walaupun pas SD aku mempelajari bahasa Arab tetapi aku merasa tetap tidak bisa menguasai.

Pas tes aku satu ruang dengan temanku yang sama-sama lagi berjuang. Jadi, aku merasa ada semangat tersendiri. Oiya aku memilih jurusan sangat bingung, karena aku tidak familiar dengan jurusan-jurusan yang ada di UIN SUKA ini. Tetapi aku tertarik pada jurusan Perbankan Syari'ah. Jadilah aku memilih (1) Perbankan Syari'ah (2) Ilmu Kesejahteraan Sosiak (3) Sosiologi Agama. Aku nggak bisa ngerjain soal bahasa Arab lalu aku mengisi opsi 'B' semua. Mengapa aku berani memilih opsi seperti itu, karena aku berpikir pasti ada soal yang benar dan semisal soal nggak akan memberi nilai minus. Seingatku sih nggak ada minus pas ujian mandiri pbt, tetapi nggak tau kalau cbt ya.

And then,



Yeayyy yuhuuuuu untuk pertama kalinya aku nggak ditolak. Nggak lagi-lagi pengumuman bilang "Maaf, Anda tidak lolos. Semangat masih ada banyak jalan". Kali ini aku nggak lupa screenshot, ya gimana mau lupa. Ini for the first time lolos jadi harus diabadikan wkwk.

3. Ujian Tulis UNY
UNY mengadakan UTUL paling terakhir diantara PTN di Yogyakarta. Karena kampus idamanku aku sangat menaruh harapan di UNY. Kali ini aku berubah opsi jurusan sesuai dengan saran teman-teman SMAku yaitu (1) Pendidikan Ekonomi (2) D3 Akuntansi. Aku merasa bisa mengerjakan soal tes dengan lancar sehingga aku percaya diri pasti diterima (pede minta ampun) Karena aku sudah diterima di UIN SUKA sehingga aku tidak terlalu mencemaskan pengumuman UNY wkwk. Tetapi seperti di awal aku bercita-cita kuliah di UNY sehingga semisal aku diterima di UNY pasti aku ambil. Terlebih orangtuaku terlebih bapak, sangat mendukung jika aku di UNY, beliau percaya pasti kali ini aku akan diterima. Dan aku meng-iya-kan saja.

Lalu...


Alhamdulilah, Allah memberi jalan pada Pendidikan Ekonomi. Tanpa pikir panjang lagi aku jelas ambil UNY. Mengingat SNMPTN dan SBMPTN UNY terus-terusan menolakku. Tapi kini aku dinyatakan lolos. Ah rasanya betapa bahagianya moment itu.

Buat pejuang PTN atau PTS selanjutnya

Kalian harus persiapkan mental ya. Nggak seperti aku. Jangan terpaku pada satu jalur. Lebih baik bersusah-susah belajar diawal daripada sudah gagal belum ada persiapan apa-apa. Yang namanya nasib siapa yang tau. Anggap aja jalur masuk itu hanya tes. Jadi kita terpaku menggali potensi untuk terus belajar. Belajar juga harus menyambung jangan terputus-putus. Pokoknya maksimalin kalian belajar SBMPTN. Belajarlah dan berlatih soal SBMPTN dengan membeli buku-bukunya ataupun dengan bimbel. Kalau menguasai SBMPTN, UN dan ujian mandiri akan terasa mudah. UN itu tidak ada apa-apanya dibanding SBMPTN. Misal diterima SNMPTN Alhamdulilah itu anggap saja sebagai bonus. Pada akhirnya yang berjuang akan mendapat hasil.

Thanks :)


Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tuluskah Kita Berteman?

Hai hai hai, apa kabar? Ini Cuma iseng ngetik karena gak ada kerjaan. Yukk capcusss….. Berteman kok lihat harta, lihat rupa, lihat ada manfaatnya gak kalau berteman dengannya. Bagiku berteman bisa sama siapa saja. Kaya, miskin, pintar, biasa yang penting hatinya. Selalu ada di waktu sahabatnya butuh. Hal yang paling ku suka kalau berteman adalah bercanda hehe J Kalau belum kenal aku memang terlihat pendiam dan tidak suka ngoceh. Tapi kalau sudah kenal hal apapun aku omongin dari yang social media yang nyata yang penting yang gak penting yang kepo apalah itu. Kembali ke tema berteman. Sejak kecil alhamdulilah aku tipe orang yang gampang berteman. Kadang ketika awal masuk sekolah (dari SD ke SMP atau SMP ke SMA) teman yang kita kenal cuma sedikit. Mereka ada di berbagai sifat ada yang terlihat cerewet yang pemalu yang pendiam. Kadang supaya aku gampang mengenal iseng sok kenal gitu aku haha ya gimana lagi cara mau mengenal mereka. Paling suka berteman sama mereka yang gak pandang b...