Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2014

Cerpen: Kesadaran yang Terlambat

             Pagi ini ku dengar suara ayam berkokok, pertanda hari sudah berganti. Saat itulah aku harus bangun bersiap ke sekolah dan melakukan kebiasaanku mengendap-endap ke dapur untuk mengambil sedikit makanan yang kemudian aku berikan pada Nenek Minah yang sudah tua dan sakit-sakitan. Ia tinggal di depan rumahku bersama anaknya yang janda bernama Ina. Tapi, malang sekali nasib nenek itu, ia tak pernah dipedulikan oleh anaknya, bahkan untuk hal-hal kecil seperti mengambilkan makanan untukny,a janda yang belum mempunyai anak itu tidak mau. Tampak dari perbuatannya, Ina sangat benci pada ibunya, karena dari kecil mereka hidup miskin.             Hampir setiap hari ku lihat Ina pergi bersama lelaki yang berganti-ganti. Aku berjalan keluar rumah dengan menyembunyikan rantang dibalik tasku dengan sangat hati-hati karena ibuku tidak suka dengan perbuatanku ini. Menurutnya aku...