Langsung ke konten utama

Proposal "Tempe Gayam"

PROPOSAL
 “TEMPE GAYAM”


 










       




Oleh : 1. Hanif Fernanda (07)
2. Sri Widyastuti (17)
Kelas : X IIS 1



       I.            Latar Belakang
Kini makanan-makanan yang dijajakan untuk beberapa tempat memang sudah bermacam-macam, akan tetapi biasanya makanan yang dijual sebenarnya bukan makanan tradisional yang khas Indonesia melainkan makanan yang hanya menirukan bentuknya saja tanpa memikirkan rasanya, serta harga yang ditawarkan lumayan mahal. Salah satu makanan tradisional yang cukup sederhana dan sangat cocok untuk menjadi makanan ringan, sekaligus lauk. Makanan itu bernama “TEMPE GAYAM”. Untuk membuat makanan tradisional ini sangatlah sederhana dan pembuatan makanan ini akan lebih dilakukan secara higienis serta akan dijual dengan harga yang murah, tentunya hal ini akan bisa menarik minat masyarakat. Keberadaan makanan tradisional ini merupakan sebagai salah satu makanan tradisional dari Indonesia yang memiliki rasa lezat, enak, gurih dan juga mengandung memiliki kandungan zat kimia saponin yang berfungsi untuk membersihkan kotoran dalam usus besar dan saluran pencernaan. Selain itu gayam juga memiliki kandungan Flavonoida (zat antioksidan) kandungan ini berfungsi untuk kekebalan tubuh sehingga tubuh terjaga dari berbagai penyakit. Tanin merupakan unsur senyawa yang terdapat pada gayam, berfungsi untuk membantu usus lebih cepat menyerap sari makanan tanpa gangguan mikroba lain yang mengganggu dan menimbulkan pembusukan sebelum proses. Dalam pemilihan bahan tempe ini karena mempertimbangkan kedelai yang menjadi bahan utama tempe sangat mahal sehingga dipilih alternatif gayam yang murah bahkan bisa mencari di desa-desa.

    II.            Visi
-          Menerapkan prinsip kewirausahaan
-         Menciptakan lapangan pekerjaan yang baru


 III.            Misi
-          Membuat tempe gayam yang digemari oleh semua kalangan
-          Memasarkan tempe gayam di beberapa tempat, baik di pasar maupun di supermarket
-          Menyiapkan dan menyediakan beberapa outlet tempe gayam di beberapa tempat
-          Membangun dan mengembangkan usaha kuliner makanan khas pedesaan Indonesia

IV. Analisa Peluang Usaha
Dalam memulai usaha, ada hal yang harus dilakukan terlebih dahulu yaitu mengukur kemampuan pesaing, melalui analisis SWOT:
1. Strenght / Kekuatan       : dijual untuk semua kalangan masyarakat, bahan produk yang kaya manfaat bagi kesehatan, harga produk terjangkau
2. Weakness / Kelemahan : bersifat tidak tahan lama, produk makanan yang mudah ditiru
3. Opportunity / Peluang   : peluang usaha tempe sangat besar karena saingan untuk usaha ini bisa dikatakan belum banyak
4. Threath / Ancaman       : adanya kompetitor yang menjual produk makanan tempe dengan harga yang cukup rendah.
V. Marketing Mix
1.  Product (Produk)
Jenis produk yang akan kami jual yaitu tempe, kami menargetkan 10 bungkus/ harinya . produk ini akan kami beri merk ”Tempe Gayam”.
2. Price (Harga)
Harga perbungkusnya yang kami tetapkan yaitu sebesar Rp500,00/bungkus dan harga ini sangat terjangkau.
3. Promotion (Promosi)
Untuk melakukan promosi produk ini dapat dilakukan dengan cara mempromosikan langsung kepada masyarakat dengan adanya sample.
4. Place (Tempat)
Tempat yang dipilih yaitu di pasar tradisional karena letak dari tempat ini cukup strategis dan di warung-warung yang dapat dijangkau masyarakat.

VI. Proses Produksi
Bahan dan alat yang diperlukan serta  proses produksi tempe gayam adalah sebagai berikut :
Bahan :
·         1 kg gayam
·         2 lembar usar
·         Air secukupnya


Alat:
1. Panci
2. Pengaduk
Cara membuat:
1. Kupas gayam dari kulitnya
2. Cuci hingga bersih
3. Masukkan ke dalam air, tunggu hingga lunak kira-kira 2 jam
4. Tiriskan, tunggu hingga dingin dan lepaskan kulit ari gayam
5. Potong persegi kecil kecil
6. Cuci hingga bersih
7. Diamkan potongan gayam di dalam air semalaman
8. Cuci kembali
9. Rebus potongan gayam hingga mendidih
10. Tiriskan, berikan usar dipotongan gayam
11. Bungkuslah dengan daun pisang atau plastik
12. Tunggu 24 jam hingga tempe siap di masak


VII.  Perhitungan Modal dan Harga Jual
1. Modal :
- Bahan Baku
1.      Gayam                                                 Rp2500,00
2.      Usar                                                     Rp2000,00
3.      Air                                                       -
Jadi total jumlah : Rp4500,00

2.  Harga Jual
Harga Jual    :     Rp500,00 x 15 buah = Rp7500,00
Harga Pokok Produk per unit :
Harga beli bahan baku                                    Rp300,00  +
                                                                        Rp300,00
Jumlah HPP   : Rp300,00   x  15  porsi    =   Rp4500,00

VIII. Perhitungan Rugi Laba
Pendapatan dari penjualan                                            Rp7500,00
Harga Pokok Penjualan                                                 Rp4500,00
Laba bersih                                                                     Rp3000,00

X. Kesimpulan
Berdasarkan pembahasan di atas maka kesimpulan yang dapat digambarkan mengenai proposal usaha makanan kecil ini bahwa agar produk yang akan dipasarkan ini bisa diterima oleh seluruh kalangan, sebaiknya kita harus mengetahui dan melakukan beberapa hal, yakni :
-    Membuat produk yang berkualitas, laris dan bermanfaat untuk dijual dengan harga yang mampu bersaing;
-    Membuat desain atau cover produk yang inovatif dan kreatif serta memasang harga terjangkau;
-    Membuat produk yang bisa lebih cepat dan tentunya tahan lama ( paling lama 24 jam );

-    Menentukan wilayah pemasaran yang strategis sehingga bisa bersifat menguntungkan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tuluskah Kita Berteman?

Hai hai hai, apa kabar? Ini Cuma iseng ngetik karena gak ada kerjaan. Yukk capcusss….. Berteman kok lihat harta, lihat rupa, lihat ada manfaatnya gak kalau berteman dengannya. Bagiku berteman bisa sama siapa saja. Kaya, miskin, pintar, biasa yang penting hatinya. Selalu ada di waktu sahabatnya butuh. Hal yang paling ku suka kalau berteman adalah bercanda hehe J Kalau belum kenal aku memang terlihat pendiam dan tidak suka ngoceh. Tapi kalau sudah kenal hal apapun aku omongin dari yang social media yang nyata yang penting yang gak penting yang kepo apalah itu. Kembali ke tema berteman. Sejak kecil alhamdulilah aku tipe orang yang gampang berteman. Kadang ketika awal masuk sekolah (dari SD ke SMP atau SMP ke SMA) teman yang kita kenal cuma sedikit. Mereka ada di berbagai sifat ada yang terlihat cerewet yang pemalu yang pendiam. Kadang supaya aku gampang mengenal iseng sok kenal gitu aku haha ya gimana lagi cara mau mengenal mereka. Paling suka berteman sama mereka yang gak pandang b...